0
07 Feb
Dikirim pada 07 Februari 2009 di silsilah

Keturunan Ali bin Abi Thalib

Keturunan Ali bin Abi Thalib sering pula disebut dengan Alawiyin atau Alawiyah. Setelah meninggalnya Fatimah az-Zahra, Ali memiliki delapan orang istri[1] dan memiliki keseluruhan 36 orang anak. Dua anak laki-lakinya yang terkenal, lahir dari putri Nabi Muhammad, Fatimah, adalah Hasan dan Husain.

Keturunan Ali melalui Fatimah dikenal dengan Syarif atau Sayyid, yang merupakan gelar kehormatan dalam Bahasa Arab, Syarif berarti bangsawan dan Sayyed berarti tuan. Sebagai keturunan langsung dari Muhammad, mereka dihormati oleh Sunni dan Syi'ah.

Pernikahan dengan Fatimah az-Zahra

Putra Ali melalui Fatimah

Putri Ali melalui Fatimah

·         Zaid bin Umar

Pernikahan dengan Umamah binti Zainab

Umamah merupakan anak dari Abi Al Aa'sh dan Zainab binti Muhammad, kakak perempuan dari Fatimah az-Zahra, setelah meninggalnya Fatimah, Umamah kemudian menikah dengan Ali dan sampai meninggalnya pada tahun 66 H / 685 Masehi tidak memiliki anak seorangpun

Pernikahan dengan Ummu Banin binti Hizam

Ummu Banin merupakan anak dari Hizam bin Khalid, memiliki 5 anak laki-laki, yaitu:

  • Ja’far bin Ali, syahid di Karbala pada 10 Oktober 680
  • Abdullah bin Ali, syahid di Karbala pada 10 Oktober 680
  • Utsman bin Ali, syahid di Karbala pada 10 Oktober 680
  • Umar bin Ali, syahid di Karbala pada 10 Oktober 680
  • Abbas bin Ali

Pernikahan dengan Laila binti Mas'ud

  • Ubaidullah bin Ali
  • Abu Bakar bin Ali

Pernikahan dengan Khawlah binti Ja'far al-Hanafiah

Pernikahan dengan Al-Sahba' binti Rabi'ah

  • Umar bin Ali

Pernikahan dengan Asma binti Umais

Asma menikah pertama kali dengan Ja'far bin Abu Thalib, kemudian setelah meninggalnya Ja'far, ia menikah dengan Abu Bakar, memiliki seorang anak, yang kemudian menjadi anak angkat dari Ali bin Abi Thalib, yang bernama:

Setelah meninggalnya Abu Bakar, Asma binti Umais kemudian menikah dengan Ali bin Abi Thalib, dan memiliki dua anak laki-laki, yaitu:

Daftar seluruh keturunan

Anak laki-laki

Anak perempuan

Hasan al-Mujtaba

Zainab al-Kubra

Husain asy-Syahid

Zainab al-Sughra

Muhammad bin al-Hanafiah

Ummu al-Hasan

Abbas al-Akbar (dijuluki Abu Fadl)

Ramlah al-Kubra

Abdullah al-Akbar

Ramlah al-Sughra

Ja'far al-Akbar

Nafisah

Utsman al-Akbar

Ruqaiyah al-Sughra

Muhammad al-Ashghar

Ruqaiyah al-Kubra

Abdullah al-Ashghar

Maimunah

Abdullah (yang dijuluki Abu Ali)

Zainab al-Sughra

‘Aun

Ummu Hani

Yahya

Fathimah al-Sughra

Muhammad al-Ausath

Umamah

Utsman al-Ashghar

Khadijah al-Sughra

Abbas al-Ashghar

Ummu Kaltsum

Ja'far al-Ashghar

Ummu Salamah

Umar al-Ashghar

Hamamah

Umar al-Akbar

Ummu Kiram

 

 

 

 

 

Hasan bin Ali

Hasan bin Ali bin Abu Thalib (Bahasa Arab: حسن بن علي بن أﺑﻲ طالب)‎ (c. 625669) adalah anak dari Ali bin Abi Thalib dan Fatimah az-Zahra, dan cucu pertama dari Muhammad. Menurut hampir seluruh sekte Syi'ah, Ia merupakan Imam kedua, sedangkan sekte lainnya menyebut bahwa Imam kedua adalah saudaranya Husain bin Ali. Walaupun begitu, ia merupakan salah seorang figur utama baik dalam Sunni dan Syi'ah karena ia merupakan Ahlul Bait dari Nabi Muhammad SAW. Beliau juga sangat dihormati kaum Sufi karena menjadi Waliy Mursyid yang ke 2 setelah ayahanda beliau terutama bagi tarekat Syadziliyyah.

Kelahiran dan Kehidupan Keluarga

Kelahiran

Hasan dilahirkan dua tahun setelah Hijrah ke Madinah (622 M), orang tuanya adalah Ali, sepupu Muhammad dan orang kepercayaannya, dan Fatimah, putri Muhammad. Hasan adalah cucu pertama Muhammad. Menurut tradisi Syi'ah, ia dinamakan seperti nama kakeknya. Hasan berarti "gagah/handsome" dalam Bahasa Arab.

Adapun garis silsilahnya adalah seperti di bawah ini:

 

Istri-istri

Keturunan

Diriwayatkan bahwa Hasan memiliki 11 orang anak, diantaranya adalah:

  1. Zaid, bergelar al-Ablaj mempunyai putra bernama:
  2. al-Hasan, bergelar al-Mutsanna, ibunya bernama Khaulah binti Manshur al-Fazariyah, mempunyai dua orang putra:

1.      Abdullah, yang oleh kaum Suni dan kaum Sufi bergelar al-Mahdi, oleh kaum Syi'ah digelari al-Kamil, dari Abdullah inilah yang kemudian menurunkan dinasti Hasyimiyah yang berkuasa atas Yordania sekarang dan pernah berkuasa atas Iraq dan sebagai pemimpin kota Mekkah, Syarif Mekkah.[1] Abdullah tercatat mempunyai 4 putra yaitu:

      1. Muhammad yang sangat terkenal dengan gelar Nafsuz Zakiyyah,
      2. Ibrahim, dan
      3. Musa bergelar Al-Juni yang keturunannya sampai kepada Syekh Abdul Qadir Jilani pendiri tarekat Qadiriyyah.
      4. Idris bin Abdullah. Ia mempunyai banyak keturunan di Maroko baik kaum bangsawan (Dinasti Idrissiyah di Maroko) juga kaum Ulamanya di seluruh Maghribi.

2.      Ali bin al-Hasan mempunyai putra bernama:

      1. Husayn, yang sangat terkenal dengan gelar al-Fukhkhiy
  1. al-Qasim
  2. Abu Bakar
  3. Abdullah, kelimanya terbunuh bersama pamannya, Husain di Karbala, Abdullah diketahui sempat mempunyai 3 putra sebelum wafat yaitu:

0.      Yahya bin Abdullah

1.      Muhammad bin Abdullah. Beliau mempunyai putra bernama:

      1. Abdullah dengan gelar al-Asytar.
  1. Amru bin Hasan
  2. Abdurrahman
  3. Hasan, yang dijuluki al-Astram
  4. Muhammad diketahui mempunyai seorang putra bernama:
  1. Ya'qub
  2. Ismail[2]
  3. Ibrahim mempunyai putra:
    • Ismail mempunyai putra lagi
      1. Ibrahim yang mempunyai putra
        • Muhammad sangat terkenal dengan julukan Ibnu Thabathaba'i.

Sebagai Imam dan Waliy Mursyid

Bagi kaum Syi'ah beliau adalah Imam ke-2 dari 12 Imam, sementara bagi kaum Sufi khususnya tarekat Syadziliyah (Shadiliyya) beliau adalah Waliy Mursyid generasi ke 2 setelah ayahanda beliau Ali bin Abi Thalib. Hingga saat ini sebagian besar tarekat sufi telah mencapai Waliy Mursyid generasi yang ke 40.

Beliau juga menjadi datuk (leluhur) bagi sebagian Waliy Mursyid besar dan sangat utama seperti Syekh Abu Hasan Syadzili keturunan beliau dari Isa bin Muhammad bin Hasan bin Ali. Juga Syekh Abdul Qadir Jaelani keturunan beliau dari Abdullah bin Hasan bin Hasan bin Ali. Dan tak terhitung juga menjadi datuk bagi banyak Waliy Mursyid di zaman sekarang terutama dari tarekat Syadziliyyah.

 

Husain bin Ali

Husain bin ‘Alī bin Abī Thālib (Bahasa Arab: حسين بن علي بن أﺑﻲ طالب)‎ (626680) adalah anak kedua dari sepupu Muhammad saw, Ali bin Abi Thalib yang menikah dengan anak Muhammad saw, Fatimah az-Zahra. Husain merupakan Imam ketiga bagi kebanyakan sekte Syi'ah, dan Imam kedua bagi yang lain. Ia dihormati oleh Sunni karena ia merupakan Ahlul Bait. Beliau juga sangat dihormati kaum Sufi karena menjadi Waliy Mursyid yang ke 2 setelah ayahanda beliau terutama bagi tarekat Qadiriyyah di seluruh dunia dan tarekat Alawiyyah di Hadramaut.

Ia terbunuh sebagai syahid pada Pertempuran Karbala tahun 680 Masehi. Perayaan kesyahidannya disebut sebagai Hari Asyura dan pada hari itu kaum Muslim Syi'ah bersedih.

  Kelahiran dan Kehidupan Keluarga

  Kelahiran

Husain dilahirkan tiga tahun setelah Hijrah ke Madinah (626 M), orang tuanya adalah Ali, sepupu Muhammad dan orang kepercayaannya, dan Fatimah, putri Muhammad. Husain adalah cucu kedua Muhammad.

  Kekhalifahan Ali dan klaim keturunan Ahlul Bait

Tempat Penguburan

Imam dan Waliy Mursyid

Selain menjadi Imam yang ke 3 dari 12 Imam bagi mayoritas Syiah, Husayn bin Ali juga menjadi Waliy Mursyid yang ke 2 bagi kaum Sufi terutama tarekat Qadiriyyah. Syekh Abdul Qadir Jailani sendiri ayahanda beliau adalah Hasani sedangkan ibunda beliau Husayni. Tapi garis tarekat ini jelas mengikuti keturunan Ali dari Husayn hingga Ali Ridha, kemudian pindah ke luar ahlul-bait. Tapi mulai dari Syekh Abdul Qadir Jilani, jabatan Waliy Mursyid berikutnya hingga saat ini yang telah mencapai generasi ke 40 (di banyak cabang tarekat) umumnya dipegang kembali oleh keturunan Ahlul Bait baik Hasani maupun Husayni.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

                                                                                                                                 

 



Anda akan menikah? buat website pernikahan anda yang dapat anda gunakan untuk undangan online atau informasi pernikahan anda, Gratis hanya di WebNikah.com.
Atau anda mempunyai bisnis dan usaha dalam layanan wedding seperti wedding organizer, Fotografi, Makeup atau fotografi, Gabung juga sebagai Vendor di Webnikah.com dan promosikan layanan anda. Daftarkan Wedding Service anda di Vendor WebNikah.com


Dikirim pada 07 Februari 2009 di silsilah
comments powered by Disqus
Profile

“ Haji/Hajjah kanjeng sittijenar ini masih belum mau dikenal orang, mungkin masih malu. “ More About me

Page
Tag
Statistik
    Blog ini telah dikunjungi sebanyak : 130.902 kali


connect with ABATASA