0
07 Feb


v\:* {behavior:url(#default#VML);}
o\:* {behavior:url(#default#VML);}
w\:* {behavior:url(#default#VML);}
.shape {behavior:url(#default#VML);}
Normal
0
false
false
false
MicrosoftInternetExplorer4
st1\:*{behavior:url(#ieooui) }
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin:0cm;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:"Times New Roman";
mso-ansi-language:#0400;
mso-fareast-language:#0400;
mso-bidi-language:#0400;}

Keturunan Ali bin Abi Thalib
Keturunan Ali bin Abi Thalib sering pula disebut dengan Alawiyin atau Alawiyah. Setelah meninggalnya Fatimah az-Zahra, Ali memiliki delapan orang istri[1] dan memiliki keseluruhan 36 orang anak. Dua anak laki-lakinya yang terkenal, lahir dari putri Nabi Muhammad, Fatimah, adalah Hasan dan Husain.
Keturunan Ali melalui Fatimah dikenal dengan Syarif atau Sayyid, yang merupakan gelar kehormatan dalam Bahasa Arab, Syarif berarti bangsawan dan Sayyed berarti tuan. Sebagai keturunan langsung dari Muhammad, mereka dihormati oleh Sunni dan Syi`ah.
Pernikahan dengan Fatimah az-Zahra
Putra Ali melalui Fatimah
Hasan bin Ali, yang digelari al-Mujtaba
Husain bin Ali, yang digelari asy-Syahid
Muhsin bin Ali, yang meninggal waktu masih dalam kandungan.
Putri Ali melalui Fatimah
Zainab binti Ali, yang dijuluki Zainab al-Kubra
Ummu Kultsum, menikah dengan Umar bin Khattab.
· Zaid bin Umar
Pernikahan dengan Umamah binti Zainab
Umamah merupakan anak dari Abi Al Aa`sh dan Zainab binti Muhammad, kakak perempuan dari Fatimah az-Zahra, setelah meninggalnya Fatimah, Umamah kemudian menikah dengan Ali dan sampai meninggalnya pada tahun 66 H / 685 Masehi tidak memiliki anak seorangpun
Pernikahan dengan Ummu Banin binti Hizam
Ummu Banin merupakan anak dari Hizam bin Khalid, memiliki 5 anak laki-laki, yaitu:
Ja’far bin Ali, syahid di Karbala pada 10 Oktober 680
Abdullah bin Ali, syahid di Karbala pada 10 Oktober 680
Utsman bin Ali, syahid di Karbala pada 10 Oktober 680
Umar bin Ali, syahid di Karbala pada 10 Oktober 680
Abbas bin Ali
Pernikahan dengan Laila binti Mas`ud
Ubaidullah bin Ali
Abu Bakar bin Ali
Pernikahan dengan Khawlah binti Ja`far al-Hanafiah
Muhammad Abu Abdullah bin Ali, lebih dikenal dengan Muhammad bin al-Hanafiah, meninggal tahun 67 H
Pernikahan dengan Al-Sahba` binti Rabi`ah
Umar bin Ali
Pernikahan dengan Asma binti Umais
Asma menikah pertama kali dengan Ja`far bin Abu Thalib, kemudian setelah meninggalnya Ja`far, ia menikah dengan Abu Bakar, memiliki seorang anak, yang kemudian menjadi anak angkat dari Ali bin Abi Thalib, yang bernama:
Muhammad bin Abu Bakar
Setelah meninggalnya Abu Bakar, Asma binti Umais kemudian menikah dengan Ali bin Abi Thalib, dan memiliki dua anak laki-laki, yaitu:
Yahya bin Ali d:61H
Muhammad al-Ashgar bin Ali, syahid di Karbala pada tanggal 10 Oktober 680
Daftar seluruh keturunan
Anak laki-laki
Anak perempuan
Hasan al-Mujtaba
Zainab al-Kubra
Husain asy-Syahid
Zainab al-Sughra
Muhammad bin al-Hanafiah
Ummu al-Hasan
Abbas al-Akbar (dijuluki Abu Fadl)
Ramlah al-Kubra
Abdullah al-Akbar
Ramlah al-Sughra
Ja`far al-Akbar
Nafisah
Utsman al-Akbar
Ruqaiyah al-Sughra
Muhammad al-Ashghar
Ruqaiyah al-Kubra
Abdullah al-Ashghar
Maimunah
Abdullah (yang dijuluki Abu Ali)
Zainab al-Sughra
‘Aun
Ummu Hani
Yahya
Fathimah al-Sughra
Muhammad al-Ausath
Umamah
Utsman al-Ashghar
Khadijah al-Sughra
Abbas al-Ashghar
Ummu Kaltsum
Ja`far al-Ashghar
Ummu Salamah
Umar al-Ashghar
Hamamah
Umar al-Akbar
Ummu Kiram





Hasan bin Ali
Hasan bin Ali bin Abu Thalib (Bahasa Arab: حسن بن علي بن أﺑﻲ طالب)‎ (c. 625 – 669) adalah anak dari Ali bin Abi Thalib dan Fatimah az-Zahra, dan cucu pertama dari Muhammad. Menurut hampir seluruh sekte Syi`ah, Ia merupakan Imam kedua, sedangkan sekte lainnya menyebut bahwa Imam kedua adalah saudaranya Husain bin Ali. Walaupun begitu, ia merupakan salah seorang figur utama baik dalam Sunni dan Syi`ah karena ia merupakan Ahlul Bait dari Nabi Muhammad SAW. Beliau juga sangat dihormati kaum Sufi karena menjadi Waliy Mursyid yang ke 2 setelah ayahanda beliau terutama bagi tarekat Syadziliyyah.
Kelahiran dan Kehidupan Keluarga
Kelahiran
Hasan dilahirkan dua tahun setelah Hijrah ke Madinah (622 M), orang tuanya adalah Ali, sepupu Muhammad dan orang kepercayaannya, dan Fatimah, putri Muhammad. Hasan adalah cucu pertama Muhammad. Menurut tradisi Syi`ah, ia dinamakan seperti nama kakeknya. Hasan berarti "gagah/handsome" dalam Bahasa Arab.
Adapun garis silsilahnya adalah seperti di bawah ini:

Istri-istri
Keturunan
Diriwayatkan bahwa Hasan memiliki 11 orang anak, diantaranya adalah:
Zaid, bergelar al-Ablaj mempunyai putra bernama:
Hasan bergelar al-Anwar. Hasan al-Anwar sempat menjadi Gubernur Madinah diangkat tahun 150 H oleh Abu Ja`far al-Mansur Khalifah ke-2 Bani Abbasiyah.
al-Hasan, bergelar al-Mutsanna, ibunya bernama Khaulah binti Manshur al-Fazariyah, mempunyai dua orang putra:
1. Abdullah, yang oleh kaum Suni dan kaum Sufi bergelar al-Mahdi, oleh kaum Syi`ah digelari al-Kamil, dari Abdullah inilah yang kemudian menurunkan dinasti Hasyimiyah yang berkuasa atas Yordania sekarang dan pernah berkuasa atas Iraq dan sebagai pemimpin kota Mekkah, Syarif Mekkah.[1] Abdullah tercatat mempunyai 4 putra yaitu:
Muhammad yang sangat terkenal dengan gelar Nafsuz Zakiyyah,
Ibrahim, dan
Musa bergelar Al-Juni yang keturunannya sampai kepada Syekh Abdul Qadir Jilani pendiri tarekat Qadiriyyah.
Idris bin Abdullah. Ia mempunyai banyak keturunan di Maroko baik kaum bangsawan (Dinasti Idrissiyah di Maroko) juga kaum Ulamanya di seluruh Maghribi.
2. Ali bin al-Hasan mempunyai putra bernama:
Husayn, yang sangat terkenal dengan gelar al-Fukhkhiy
al-Qasim
Abu Bakar
Abdullah, kelimanya terbunuh bersama pamannya, Husain di Karbala, Abdullah diketahui sempat mempunyai 3 putra sebelum wafat yaitu:
0. Yahya bin Abdullah
1. Muhammad bin Abdullah. Beliau mempunyai putra bernama:
Abdullah dengan gelar al-Asytar.
Amru bin Hasan
Abdurrahman
Hasan, yang dijuluki al-Astram
Muhammad diketahui mempunyai seorang putra bernama:
Isa, yang mempunyai putra
Muhammad yang keturunan beliau sampai kepada Syekh Abul Hasan As Syadzili, pendiri tarekat Syadziliyyah
Ya`qub
Ismail[2]
Ibrahim mempunyai putra:
Ismail mempunyai putra lagi
Ibrahim yang mempunyai putra
Muhammad sangat terkenal dengan julukan Ibnu Thabathaba`i.
Sebagai Imam dan Waliy Mursyid
Bagi kaum Syi`ah beliau adalah Imam ke-2 dari 12 Imam, sementara bagi kaum Sufi khususnya tarekat Syadziliyah (Shadiliyya) beliau adalah Waliy Mursyid generasi ke 2 setelah ayahanda beliau Ali bin Abi Thalib. Hingga saat ini sebagian besar tarekat sufi telah mencapai Waliy Mursyid generasi yang ke 40.
Beliau juga menjadi datuk (leluhur) bagi sebagian Waliy Mursyid besar dan sangat utama seperti Syekh Abu Hasan Syadzili keturunan beliau dari Isa bin Muhammad bin Hasan bin Ali. Juga Syekh Abdul Qadir Jaelani keturunan beliau dari Abdullah bin Hasan bin Hasan bin Ali. Dan tak terhitung juga menjadi datuk bagi banyak Waliy Mursyid di zaman sekarang terutama dari tarekat Syadziliyyah.

Husain bin Ali
Husain bin ‘Alī bin Abī Thālib (Bahasa Arab: حسين بن علي بن أﺑﻲ طالب)‎ (626 – 680) adalah anak kedua dari sepupu Muhammad saw, Ali bin Abi Thalib yang menikah dengan anak Muhammad saw, Fatimah az-Zahra. Husain merupakan Imam ketiga bagi kebanyakan sekte Syi`ah, dan Imam kedua bagi yang lain. Ia dihormati oleh Sunni karena ia merupakan Ahlul Bait. Beliau juga sangat dihormati kaum Sufi karena menjadi Waliy Mursyid yang ke 2 setelah ayahanda beliau terutama bagi tarekat Qadiriyyah di seluruh dunia dan tarekat Alawiyyah di Hadramaut.
Ia terbunuh sebagai syahid pada Pertempuran Karbala tahun 680 Masehi. Perayaan kesyahidannya disebut sebagai Hari Asyura dan pada hari itu kaum Muslim Syi`ah bersedih.
Kelahiran dan Kehidupan Keluarga
Kelahiran
Husain dilahirkan tiga tahun setelah Hijrah ke Madinah (626 M), orang tuanya adalah Ali, sepupu Muhammad dan orang kepercayaannya, dan Fatimah, putri Muhammad. Husain adalah cucu kedua Muhammad.
Kekhalifahan Ali dan klaim keturunan Ahlul Bait
Tempat Penguburan
Imam dan Waliy Mursyid
Selain menjadi Imam yang ke 3 dari 12 Imam bagi mayoritas Syiah, Husayn bin Ali juga menjadi Waliy Mursyid yang ke 2 bagi kaum Sufi terutama tarekat Qadiriyyah. Syekh Abdul Qadir Jailani sendiri ayahanda beliau adalah Hasani sedangkan ibunda beliau Husayni. Tapi garis tarekat ini jelas mengikuti keturunan Ali dari Husayn hingga Ali Ridha, kemudian pindah ke luar ahlul-bait. Tapi mulai dari Syekh Abdul Qadir Jilani, jabatan Waliy Mursyid berikutnya hingga saat ini yang telah mencapai generasi ke 40 (di banyak cabang tarekat) umumnya dipegang kembali oleh keturunan Ahlul Bait baik Hasani maupun Husayni.





















Dikirim pada 07 Februari 2009 di silsilah
Awal « 1 » Akhir
Profile

“ Haji/Hajjah kanjeng sittijenar ini masih belum mau dikenal orang, mungkin masih malu. “ More About me

Page
Tag
Statistik
    Blog ini telah dikunjungi sebanyak : 130.905 kali


connect with ABATASA